Menikmati Momen di Kebun Tanpa Khawatir Mata Kering
Kalau sudah ketemu momen yang jarang datang, biasanya kita pengin mengabadikan semuanya, kan?
Foto, video, ngobrol, jalan-jalan, pokoknya jangan sampai ada yang terlewat. Tapi bagaimana kalau di tengah keseruan itu mata tiba-tiba terasa sepet, perih, dan lelah?
Saya pernah mengalaminya.
Lucunya, kejadian tersebut justru saat saya sedang menikmati salah satu momen yang sudah cukup lama saya nantikan, yaitu keliling kebun di Seniman Pangan. Sejak tahu akan ada kegiatan ini, saya sudah membayangkan bakal seru sekali. Bisa bertemu teman-teman, melihat langsung kebun, belajar tentang pangan lokal, sekaligus menikmati suasana yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Ternyata memang seru. Hanya saja, ada satu hal yang tidak saya perkirakan: mata saya ikut "protes".
Keliling Kebun, Panas dan Berdebu
Hari itu cuacanya cukup panas. Kami berjalan menyusuri area kebun yang luas. Tanahnya kering dan berdebu, sementara matahari lumayan terik. Tapi justru kondisi seperti ini yang membuat pengalaman keliling kebun terasa berbeda.
Kami melihat berbagai tanaman, mendengarkan cerita tentang pangan lokal, mengenal berbagai jenis tanaman yang mungkin selama ini hanya saya lihat di meja makan, sampai ikut memanen beberapa bahan pangan. Saya sendiri sebenarnya sudah tidak terlalu memikirkan panas dan debu karena terlalu menikmati kegiatannya.
Sampai kemudian, saya mulai merasa ada yang berbeda pada mata. Awalnya cuma terasa sepet. Saya jadi lebih sering berkedip karena rasanya mata kurang nyaman. Saya pikir mungkin karena terlalu lama berada di luar ruangan. Lama-lama mulai terasa perih, terutama ketika angin berembus dan membawa debu. Setelah itu, mata juga terasa lebih lelah.
Kalau dipikir-pikir, tiga gejala ini memang seperti istilah SePeLe: SEpet, PErih, dan LElah. Kelihatannya sederhana, tetapi ketika datang di tengah momen yang sedang seru-serunya, ternyata cukup mengganggu.
Gara-Gara Mata, Momen Jadi Kurang Maksimal
Namanya juga datang ke tempat baru, rasanya ingin mengabadikan sebanyak mungkin. Apalagi kebun Seniman Pangan punya banyak hal menarik untuk dilihat. Jadi, hampir setiap ada sesuatu yang menarik, refleks saya adalah mengambil handphone dan foto atau video.
Tapi mata yang mulai terasa tidak nyaman membuat aktivitas itu jadi tidak sebebas biasanya. Mau melihat tanaman, mata terasa sepet. Mau mengambil foto, harus berkedip beberapa kali. Mau melihat layar handphone, mata terasa cepat lelah. Bahkan ketika foto bersama pun saya jadi lebih sering berkedip. Hasilnya? Ada saja foto dengan mata setengah merem. Duh, kenapa sih pas banget? Padahal saya ingin menyimpan momen tersebut sebagai kenangan.
Bukan cuma tentang datang ke sebuah event, tetapi tentang pengalaman berjalan-jalan di kebun, belajar mengenai pangan lokal, ngobrol dengan teman-teman, dan merasakan langsung suasana yang selama ini hanya saya dengar ceritanya.
Dari situ saya baru sadar, ternyata keluhan mata yang sering dianggap sepele bisa membuat pengalaman yang seharusnya menyenangkan jadi kurang maksimal.
Jangan Dipaksakan Kalau Mata Sudah Tidak Nyaman
Setelah mulai merasakan gejalanya, saya mencoba tidak memaksakan mata. Saya berhenti sebentar dari aktivitas mengambil foto atau melihat layar handphone. Sesekali saya memberikan waktu untuk mata beristirahat dan berusaha lebih sering berkedip. Kalau sedang berada di luar ruangan, apalagi dalam kondisi panas dan berdebu, sebisa mungkin saya juga menghindari paparan langsung angin dan debu ke mata.
Hal sederhana seperti memberikan jeda dari aktivitas visual ternyata cukup membantu. Dan yang paling penting, jangan mengucek mata ketika terasa perih atau tidak nyaman. Memang rasanya ingin langsung mengucek, tetapi lebih baik mata diberi waktu untuk beristirahat.
Sampai Akhirnya Kenal INSTO DRY EYES
Sebenarnya saya sudah cukup familiar dengan INSTO. Tapi baru kemudian saya tahu kalau ada produk yang memang ditujukan untuk membantu mengatasi gejala mata kering, yaitu INSTO DRY EYES.
INSTO DRY EYES mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC) 3,0 mg, yang berfungsi sebagai pelumas mata dan membantu meredakan gejala mata kering akibat kekurangan produksi air mata. Saat mata mulai terasa sepet, perih, dan lelah seperti yang saya alami ketika berada di kebun, saya menggunakan INSTO DRY EYES sesuai aturan pakainya. Setelah digunakan, mata terasa lebih terlumasi sehingga saya bisa melanjutkan aktivitas dengan lebih nyaman.
Buat saya, produk seperti ini cukup praktis dibawa ketika sedang banyak aktivitas di luar rumah. Apalagi kalau memang sudah tahu akan berada di tempat yang panas, berdebu, atau banyak aktivitas visual.
Namun, penggunaannya tetap perlu mengikuti petunjuk pada kemasan. Untuk INSTO DRY EYES, lensa kontak perlu dilepas terlebih dahulu sebelum digunakan dan dapat dipakai kembali setidaknya 15 menit setelah penetesan.
Momen Berharga Jangan Sampai Terganggu
Dari pengalaman keliling kebun Seniman Pangan ini saya jadi belajar satu hal kecil. Kadang kita terlalu sibuk mengejar momen sampai lupa memperhatikan kondisi tubuh sendiri. Padahal, kalau mata sudah mulai terasa SEpet, PErih, atau LElah, sebaiknya jangan langsung dianggap biasa.
Karena bisa saja gejala yang kelihatannya SePeLe justru membuat kita kehilangan kenyamanan saat menikmati sesuatu yang sudah lama dinantikan. Sekarang kalau ada kegiatan di luar ruangan, saya jadi lebih memperhatikan kondisi mata. Apalagi kalau cuacanya panas dan banyak debu. Karena foto yang kurang bagus mungkin masih bisa diulang.
Tapi momen bersama orang-orang, pengalaman baru, dan cerita yang terjadi hari itu belum tentu bisa diulang dengan cara yang sama. Jadi, kalau mata mulai terasa SePeLe, jangan disepelein, ya.
SEpet, PErih, LElah—kenali gejalanya dan jangan tunggu sampai mengganggu momen berharga.
Dan buat saya, pengalaman di Seniman Pangan hari itu tetap menjadi salah satu momen yang menyenangkan untuk diingat. Lengkap dengan panasnya matahari, debu di jalan, cerita tentang pangan lokal, dan satu pelajaran kecil: ternyata menjaga mata juga bagian dari menjaga momen.

.jpeg)

Komentar
Posting Komentar